
Magetan, 10 Juni 2026 – MTsN 2 Magetan bekerja sama dengan Puskesmas Rejomulyo melaksanakan kegiatan sosialisasi dan skrining kesehatan mental bagi peserta didik melalui instrumen Mini MINDHEAR Youth Scale V.1. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai permasalahan psikologis yang mungkin dialami remaja. Deteksi dini kesehatan mental di lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini diikuti oleh siswa dengan penuh perhatian dan antusias. Tim dari Puskesmas Rejomulyo memberikan penjelasan mengenai pentingnya mengenali kondisi emosional, mengelola stres, serta menjaga kesehatan mental di tengah berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini.
Setelah sesi sosialisasi, para siswa mengisi lembar skrining Mini MINDHEAR Youth Scale V.1 yang telah disiapkan oleh petugas kesehatan. Melalui instrumen tersebut, siswa diajak untuk merefleksikan kondisi diri secara jujur sehingga dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan pendampingan atau layanan kesehatan lebih lanjut apabila diperlukan.
Kepala MTsN 2 Magetan menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman bagi peserta didik. Selain mendukung kesehatan fisik, madrasah juga berkomitmen untuk memperhatikan kesehatan mental siswa sebagai bagian penting dari proses pendidikan.
Melalui kegiatan ini diharapkan siswa semakin memahami bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dengan mengenali kondisi diri sejak dini, siswa dapat mengembangkan kemampuan mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Hal ini sejalan dengan berbagai program skrining kesehatan mental yang saat ini terus didorong di lingkungan sekolah sebagai upaya preventif dan promotif kesehatan jiwa remaja.
“Mendengarkan isi kepala sama pentingnya dengan mendengarkan detak jantung. Yuk, luangkan waktu untuk lebih memahami dirimu sendiri.” menjadi pesan yang disampaikan kepada seluruh peserta sebagai pengingat bahwa setiap individu berhak untuk menjaga dan merawat kesehatan mentalnya.









